card-nfc – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap program pompanisasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Program ini dinilai berhasil dalam meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi hasil pertanian.
Ketua Komisi IV DPR, Sudin, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk membantu para petani di wilayah yang selama ini mengalami kendala ketersediaan air irigasi. “Pompanisasi ini sangat membantu petani, terutama di musim kemarau, di mana ketersediaan air untuk irigasi sangat terbatas. Dengan adanya pompa air, petani dapat terus menanam tanpa tergantung pada musim hujan, sehingga Indeks Pertanaman bisa meningkat,” ujar Sudin dalam kunjungan kerjanya di Sukoharjo, Rabu (13/11).
Menurut data yang dihimpun dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo, sebelum adanya program pompanisasi, rata-rata Indeks Pertanaman di wilayah tersebut hanya mencapai 200% atau dua kali tanam dalam setahun. Namun, setelah implementasi program pompanisasi, Indeks Pertanaman mampu meningkat hingga 300%, yang berarti petani bisa menanam tiga kali dalam setahun. Hal ini tentunya berdampak positif terhadap peningkatan hasil panen dan pendapatan petani.
Program pompanisasi yang digagas Kementan ini tidak hanya menyediakan fasilitas pompa air, tetapi juga didukung dengan inovasi teknologi untuk memastikan distribusi air yang efisien. Sistem ini memungkinkan air dari sumber-sumber seperti sungai dan embung dapat didistribusikan secara merata ke lahan pertanian yang membutuhkan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. “Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur pertanian yang memadai, termasuk pompanisasi medusa88. Program ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan petani,” ungkap Syahrul.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya diterapkan di Sukoharjo, tetapi juga di berbagai daerah lain yang memiliki potensi pertanian namun terkendala akses air. “Kami akan terus memperluas jangkauan program ini, sehingga lebih banyak daerah yang bisa memanfaatkannya,” tambahnya.
Salah seorang petani di Kecamatan Weru, Sukoharjo, Supriyadi, mengaku sangat terbantu dengan adanya program pompanisasi ini. Menurutnya, sebelum ada pompa air, lahan sawah miliknya hanya bisa ditanami sekali dalam setahun akibat keterbatasan air. Namun, setelah mendapatkan bantuan pompa air dari Kementan, ia dapat menanam padi dan palawija hingga tiga kali dalam setahun.
“Alhamdulillah, dengan adanya pompa air, sekarang kami bisa menanam lebih sering. Hasil panen meningkat, dan pendapatan kami juga bertambah,” kata Supriyadi.
Selain itu, peningkatan produktivitas pertanian ini juga berdampak pada perekonomian daerah. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan bahwa sektor pertanian di wilayahnya semakin berkembang berkat dukungan program-program pemerintah pusat. “Pertanian adalah sektor utama di Sukoharjo, dan kami sangat terbantu dengan adanya program seperti pompanisasi ini. Kami berharap kerja sama dengan Kementan dan DPR terus berlanjut untuk kesejahteraan petani di daerah kami,” ujar Etik.
Meskipun program ini telah menunjukkan hasil yang positif, Sudin juga mengingatkan agar pemerintah daerah dan petani tetap menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Ia menegaskan pentingnya pemeliharaan fasilitas pompa air agar dapat berfungsi dengan baik dalam jangka panjang. “Keberhasilan program ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk dalam hal pemeliharaan. Jika infrastruktur ini dibiarkan rusak, maka upaya peningkatan produksi pertanian bisa terhambat,” tegasnya.
Sudin juga berharap program-program serupa terus diperluas ke berbagai daerah lain yang membutuhkan, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang mempengaruhi pola tanam dan ketersediaan air. “Kami di Komisi IV DPR akan terus mendorong pemerintah agar program seperti ini diperluas, karena dampaknya langsung dirasakan oleh petani dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” tutupnya.